Hai sobat enterpreneur, kali ini admin mau ngebagiin dokumentasi dari program kerja TOURIST. TOURIST sendiri singkatan dari Tour in Industry yang merupakan salah satu program kerja tahunan MCC yang dijalankan oleh divisi humas. TOURIST adalah kegiatan kunjungan UKM MCC ke UMKM atau Industri yang berada di Daerah Yogyakarta dan sekitarnya dengan tujuan untuk memberikan edukasi bagi pengurus maupun anggota MCC tentang kewirausahaan secara langsung. Pada tahun 2024 ini TOURIST MCC diadakan di Sarisa Merapi yang beralamatkan di Dusun Kemiri, RT 001/RW 007, Kelurahan Purwobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yoygyakarta.
Sarisa Merapi adalah usaha yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman berbahan dasar salak yang didirikan oleh Ibu Rini Handayani. Latar belakang berdirinya Sarisa Merapi adalah timbulnya keresahan dari Ibu Rini karena harga salak yang sangat rendah pada tahun 2016. Hal ini menimbulkan ide kreatif Ibu Rini untuk melakukan inovasi terhadap salak agar memiliki harga jual yang tinggi. Pada awalnya Ibu Rini mengelola Sarisa Merapi bersama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT). Melalui berbagai proses Research and Development (RnD), maka terciptalah berbagai produk olahan salak salah satunya yaitu sarisa salak/manisan salak. Berkat usaha Ibu Rini dan teman-teman KWT yang gigih dan pantang menyerah Sarisa Merapi dapat berkembang dari tahun ke tahun hingga akhirnya terbentuk sebagai UMKM Mandiri.
Selain sebagai UMKM, Sarisa Merapi juga dijadikan sebagai wisata edukasi sehingga sering kali Sarisa Merapi dikunjungi oleh berbagai pihak untuk belajar pengolahan salak. MCC melakukan kunjungan ke Sarisa Merapi pada tanggal 18 Mei 2024 yang diikuti oleh 19 pengurus dan 3 anggota. Kegiatan kunjungan diisi dengan pemaparan materi dari Ibu Rini tentang kewirausahaan khususnya tentang UMKM Sarisa Merapi yang dilanjutkan dengan kegiatan praktik pembuatan produk yang ada di Sarisa Merapi. Produk di Sarisa Merapi diantaranya adalah manisan salak, mocaf salak, bolen salak, pai salak, sari salak, dodol salak, bakpia salak, dan lain-lain.
Pada TOURIST ini MCC melakukan praktik pembuatan bolen salak dan mocaf salak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tour rumah produksi Sarisa Merapi dan melihat outlet Sarisa Merapi yang terletak diseberang rumah produksi Sarisa Merapi. Selain terdapat rumah produksi dan outlet Sarisa Merapi juga terdapat cafe yang menjual produk minuman berbahan dasar biji salak. Cafe ini dikelola oleh keponakan dari Ibu Rini. Setelah melakukan kunjungan dengan melakukan praktik dan tour seputar Sarisa Merapi kegiatan ditutup dengan melakukan dokumentasi. Nah dari kegiatan TOURIST ini pelajaran yang dapat diambil adalah bagaimana cara menyikapi rintangan dan tantangan dari wirausaha dan bagaimana cara mengelola barang yang tidak memiliki nilai jual menjadi bernilai jual tinggi seperti halnya salak.
Demikian info proker yang dapat admin sampaikan, bagi kalian yang ingin join TOURIST tahun depan, bisa banget nih kepoin instagram MCC yaa sobat
Dokumentasi Kegiatan TOURIST





